/body

Tuesday, August 2, 2011

Gebyar Padusan 2011 di Obyek wisata Mata Air Cokro (OMAC) ...Dewasa, Anak-anak, Tua, Muda, Laki ataupun Perempuan berbaur menjadi satu mandi bareng

Sengaja saya datang kemari sore hari (31/07), maksudnya sich untuk menghindari macet, namun yang terjadi hampir tidak ada bedanya datang ke Obyek wisata Mata Air Cokro (OMAC) Pagi, Siang, atau Sore, pasalnya hari ini adalah hari dimana warga seputar klaten melaksanakan "Gebyar Padusan" dengan Acara: Kirab Budaya, Siraman "Mas dan Mbak Klaten" dengan Hiburan O.M. Ken Dedes dan Reog Ponorogo... Waaaaaaaaaww  MANTAF!!! Namun ketika Saya tiba disini semua acara sudah usai, tinggal acara mandi bareng :) hehehehe Ga masalah, karena tujuan sy kesini bukan mo Nonton dangdut :D

Mungkin kalo jalur masuk ini dibuat satu jalur khusus untuk masuk saja barangkali bisa mengurangi macet yaa?? :) tapi ga papa lah.. Emang asiknya kalo macet gini, jadi bener-bener terasa klo hari ini padusan :D

Wajah Baru Umbul Ponggok

Ponggok adalah desa di kecamatan Polanharjo KlatenJawa TengahIndonesia. Di desa tersebua ada sebuah umbul yang kemudian oleh warga sekitar dikenal dengan sebutan Umbul Ponggok.

Entah kapan terakhirkali saya melintasi daerah ini, Namun, kali ini saya benar2 dibuat kaget dengan wajah baru Umbul Ponggok, waktu itu kami dalam perjalanan menuju Cokro dalam rangka "Padusan". :)
Suasana jalan saat itu cukup padat, namun ketertarikan saya mampu membuat saya berhenti sekadar mengambil tampilan wajah baru yg kereeen tersebut :D

Marhaban ya Ramadhan ~ Pawai Tarhib Ramadhan ~

Minggu pagi (31/07), hari itu adalah hari terakhir jelang datangnya Bulan Ramadhan, suasana di Masjid Al-Muqarrabin Perum. Klaten Kencana sudah ramai sejak pagi tadi, alunan lagu-lagu qasidah dari berbagai musisi dalam dan luar negeri mengalun mengiringi keceriaan anak-anak yang mempersiapkan diri mengikuti Pawai Tarhib Ramadhan.


Mereka datang dari berbagai TPQ seputar Gemblegan, Klaten. Bermacam perlengkapan sudah mereka siapkan, dari berbagai alat musik beserta tembang yang akan mereka nyanyikan sepanjang jalan, aneka kreasi tulisan demi menyambut datangnya Ramadhan. 

Saturday, July 30, 2011

Yati Pesek, Ki Anom Suroto, dan Ki Bayu Aji meriahkan HUT Kabupaten Klaten ke-207

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar di Alun-alun kota Klaten mengakhiri rangkaian kegiatan HUT Klaten ke-207. Malam itu Kamis (28/07) sekitar pukul 22:00 suasana alun-alun ramai sekali, maklum saja karena dalangnya Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji, apalagi di tambah kehadiran Yati Pesek dengan  Gareng yang  mampu membuat alun-alun klaten menjadi penuh gelak tawa para pengunjung.

Suasana tertib dan rapi terasa saat pertama tiba disini, pengunjung tidak terpusat pada satu titik karena memang disediakan dua buah layar lebar yang menyiarkan secara langsung pada kanan dan kiri panggung.

Thursday, July 28, 2011

MUNGSUH LAN KONCO DADI SEDULUR. . . .!!! ~Tour Sepeda Bhayangkara 2011~

Lebih dari 10.000 orang datang dari Seputar Klaten untuk ikut memeriahkan sepeda santai HUT Bhayangkara yang jatuh setiap tanggal 1 Juli.  Dan hari itu  Minggu (24/7) pagi Polres Klaten melaksanakan "Tour Sepeda Bhayangkara, dalam rangka POLMAS AJATA SATRU WARGA KLATEN mengangkat tema MUNGSUH LAN KONCO DADI SEDULUR." 



Para peserta yang memenuhi Stadion Trikoyo dengan sepeda beraneka jenis diberangkatkan oleh Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja. 

Thursday, June 30, 2011

Gapura Kota Klaten

Gapura juga sering diartikan sebagai pintu gerbang. Dalam bidang arsitektur gapura sering disebut dengan entrance, namun entrance itu sendiri tidak bisa diartikan sebagai gapura. Simbol yang dimaksudkan disini bisa juga diartikan sebuah ikon suatu wilayah atau area. Secara hirarki sebuah gapura bisa disebut sebagai ikon karena gapura itu sendiri lebih sering menjadi komponen pertama yang dilihat ketika kita memasuki suatu wilayah (sumber:http://id.wikipedia.org/)

Berikut adalah gerbang masuk wilayah Kota Klaten dari arah timur , insyaallah jika ada waktu akan saya post Gapura dari arah Barat serta Gapura Kabupaten.

Saturday, June 25, 2011

Legenda Watuprau (Batu Perahu) di Gunung Gajah, Bayat, Klaten

Watuprau (Batu Perahu) dinamakan seperti ini karena batu tersebut mempunyai bentuk mirip perahu terbalik (mirip Tangkuban perahu namun dalam skala lebih kecil). Lokasi Obyek wisata yang mempunyai jarak dari kota Klaten ± 15 km, terletak di Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, obyek ini merupakan potensi spesifik suasana alam pegunungan dan pemandangan alam yang indah dan alami.

Watuprau mempunyai legenda yang mirip dengan cerita di Prambanan (Roro Jonggrang).
Konon, pada zaman dahulu Roro Denok hendak dipersunting oleh Joko Tua, namun Rara Denok tidak menginginkan pernikahan itu terjadi, Roro Denok akan menyetujui pinangan tersebut namun dengan syarat Joko Tua harus membuatkan perahu dan mengisinya dengan bermacam-macam perhiasan dan ternak dalam waktu semalam.
Joko tua yang sakti mandraguna tidak menolak persyaratan tersebut, dengan bantuan jin permintaan Roro Denok dapat selesai sesuai kurun waktu yang ditentukan. Namun dengan kecerdikan Roro Denok, syarat itu tidak dapat dipenuhi yang membuat Joko Tua murka. Perahu yang hampir selesai di tendangnya, sehingga menelungkup dan di sertai sumpahnya bahwa keturunan yang berasal dari daerah Roro Denok akan menjadi perawan tua.

Saya masih ingat waktu kecil dahulu pernah main kesini, dan  Watuprau masih sama seperti waktu itu, hanya saja sekarang saya menemukan lubang sedalam kira2 10cm di batu tersebut.  hmm sayang sekali, mungkin demi kepentingan panalitian yaaa :(

Wednesday, June 22, 2011

Sepenggal Kisah Misteri dibalik Longsor Bukit Putih, Minggu 02 Januari 2011

Seperti yang telah diberitakan oleh Blog SAR (Search And Rescue) Klaten mengenai Longsor Bukit Putih di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten pada hari Minggu 02 Januari 2011

saya jadi tertarik untuk melihat lokasi  Longsor Bukit Putih. Namun, berdasar saran dari Tim SAR Klaten  untuk lebih mewaspadai daerah tersebut karena masih rawan terjadi longsor susulan, maka saya putuskan untuk menuju TKP dua minggu setelah kejadian tersebut dengan pertimbangan keamanan.


Berikut adalah penelusuran saya waktu itu (Minggu, 16 Januari 2011).


Sempat terhalang excavator. Namun kayaknya excavator ini tidak ada hubungan langsung dengan longsor yang terjadi hehehe, karena jarak antara excavator dengan lokasi masih lumayan jauh :D

Monday, June 20, 2011

Terminal Klaten

Minggu Pagi, saat paling pas buat hunting foto :D. Namun, sepertinya minggu ini ga cukup banyak waktu untuk berlama2 dg kamera karena harus segera ke cawas, ibu gerah :(
Yap, Terminal Klaten menjadi salah satu pilihan hunting paling dekat dg rumah, selain merupakan salah satu landmarknya Klaten, belum lengkap rasanya Seputar Klaten tanpa menampilkan Terminalnya hehehe

Jika Anda naik bus dari arah Jogjakarta, Anda akan menyaksikan pintu gerbang masuk Terminal Klaten ini, dari sini Anda bisa berganti angkot atau naik delman yang biasa mangkal dibelakang terminal ini untuk berkeliling menikmati keindahan kota klaten, atau tinggal sms saya untuk segera dijemput dan berkeliling seputar klaten.. hehehehe

Tuesday, June 14, 2011

Bendung Kali Kebo, Trucuk Klaten

Setelah membaca postingan sy kemarin ttg a night in Cawas ada menyebut Kalikebo, saya jadi inget pernah motret Bendung Kalikebo tsb. Berikut adalah beberapa jepretan yg sempat saya dapat waktu itu.

Sebenernya saya masih kurang puas dengan hasil foto2 ini, karena tujuan awal saya ke Kalikebo ini pingin motret batu-batu besar di dasar sungai tersebut yang konon dahulu katanya adalah kerbau (Kebo) milik warga sekitar yang tersambar petir dan berubah menjadi batu :D  ... nah loo penasaran khaan???? hehehe
Sayang sekali waktu sampai di sini airnya cukup tinggi sehingga tidak bisa melihat dasar sungainya :(

Friday, June 10, 2011

a night in Cawas

Menjelang malam di depan Sub Terminal Cawas, dalam perjalanan menuju rumah neneknya Eureka. 

Saya mengambil gambar ini, tepat saat terdengar adzan Maghrib dari Masjid Moqorabin atau  yang dulu dikenal dengan istilah Masjid Murdè (Sumur Gedhe). 

Thursday, May 26, 2011

Pasar Malam di GOR Gelarsena Klaten

Pasar Malam, sesuai namanya Pasar Malam adalah tempat berkumpulnya beberapa orang untuk bertransaksi dimalam hari.. ???? (Positive thinking please....wkwkwkwk :D ... )

"Pasar malam (Hanzi: 夜市, pinyin: ye shi) sudah ada di zaman Dinasti Sui di Tiongkok kuno. Di zaman tersebut, penyelenggaraan pasar diatur secara ketat oleh kekaisaran. Pasar malam pertama tercatat di Chang'an, yang merupakan kota terbesar di zaman tersebut. Dari Chang'an, pasar malam kemudian meluas ke beberapa kota besar lainnya seperti Kaifeng, Luoyang dan Yangzhou. ... hmmm :( .....$#^$%
Kalo pingin tau lebih jauh asal-usul Pasar Malam lebih baik Klik Sumber disini Karena kami tidak membahas hal2 yg rumit disini hehehehe :D

Bagi kami  yang tinggal di kota kecil seperti Klaten ini kehadiran Pasar Malam sangat ditunggu-tunggu dan sudah pasti bakal banyak dibanjiri oleh masyarakat sekitar, dari yang sekedar jalan-jalan sama keluarga, pacar, sahabat, atau yang sedang cari gebetan :D, mencoba wahana2 baru (biasanya juga cuma itu-itu aj xixixi), belanja barang-barang murah meriah, dan lain-lain.

Nah, ini dia wahana baru KORA KORA COLUMBUS (berbentuk seperti sebuah Kapal Layar kuno yang berayun2 cepat sekaleee) selain yang selalu wajib ada seperti Bianglala, Komedi Putar, Sepur kelinci, Bom-Bom Pes. Jika Anda ingin mencoba wahana ini, Anda akan bertemu dengan Mas Benggul sang operator bukan sang Bajak Laut Somalia xixixi

Thursday, May 19, 2011

Ngintip Orang Mandi di Sendang mBalong

MANDI DI SUNGAI...... Masihkah terbayang di zaman sekarang ini, disaat bumi telah terlalu parah tercemar oleh keangkuhan industri modern?? Sepertinya itu tinggal mimpi, atau tinggal dongeng sebelum tidur buat anak cucu kita nanti??.

Namun, disini saya tidak sedang bermimpi, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, di Sendang mBalong masih diseputar Gemblegan, Kalikotes, Klaten saya menemukan keceriaan anak-anak mandi di sungai. Disini akan kami ajak Anda untuk Ngintip Orang Mandi di Sendang mBalong. :)

Kesejukan udara dan cerahnya cuaca diminggu pagi itu membuat saya tertarik untuk sekedar berjalan-jalan di Seputar Klaten. Namun, belum jauh berjalan, ditikungan desa Gejakan masih di wilayah Gemblegan saya mendengar riuh keceriaan anak-anak yang sedang menikmati beningnya air Sendang mBalong.

Wednesday, May 18, 2011

Desa Jogodipan = KEEPBED VILLAGE

Desa Jogodipan (KEEPBED) terletak di Desa Gemblegan, Kalikotes Klaten, Desa ini persis berbatasan dengan perumahan tempat saya tinggal.

Nah.. Inilah gerbang menuju desa KEEPBED wkwkwkwk.....

Tuesday, May 10, 2011

Sunrise Under Railroad

Seperti hari-hari biasanya, Selepas sholat subuh kami jalan-jalan mengelilingi perumahan, ini adalah olahraga favorit yang murah meriah, selain menjadikan badan segar terkadang ada misi khusus mencari SABU (SArapan BUbur) :D
Foto ini saya ambil ketika melintas di belakang perumahan kami yang berbatasan dengan desa Jogodipan. Yap, dibelakang perumahan kami melintas reel kereta api yang cukup berisik saat ada kereta yang lewat, namun, itu terjadi hanya pada awal kami menempati rumah kecil kami, lama kelamaan seperti terbiasa bahkan seperti tak merasa ada kereta yang barusan lewat...hehehe...




Bila suatu saat nanti Anda naik kereta api berikut ini, pasti Anda akan lewat belakang rumah saya :D Jangan Lupa Mampir yaaaa :)
* Senja Bengawan: ke Solo Jebres dan Jakarta Tanahabang
* Gaya Baru Malam Selatan: ke Surabaya Gubeng dan Jakarta Kota
* Kahuripan: ke Kediri dan Padalarang
* Pasundan: ke Surabaya Gubeng dan Bandung Kiaracondong
* Logawa: ke Purwokerto, Cilacap, dan Jember
* Sri Tanjung: ke Yogya Lempuyangan dan Banyuwangi Baru

Monday, May 9, 2011

Cawas Terendam Banjir

Hujan yang mengguyur Seputar Klaten pada hari Jumat-Sabtu (6-7/5)membuat Kali Dengkeng tidak dapat lagi menampung curah hujan yang cukup tinggi, sehingga air luber mengakibatkan banjir yang meluas dan melumpuhkan aktivitas warga hingga di delapan kecamatan.
Menurut warga sekitar, banjir tersebut mulai datang pada malam sabtu pukul 24:00 dinihari.
Alhamdulillah, Banjir tersebut sudah mulai surut sekitar pukul 10:00, mohon maaf Saya hanya mampu mengabadikan suasana banjir setelah siang hari saat banjir telah reda :D karena aktivitas saya tidak memungkinkan untuk berkunjung ke Cawas pada pagi hari. Berikut ini adalah Foto-foto yang dapat saya ambil pada saat itu.

keadaan Kali Dengkeng sebenarnya cukup luas. Kok bisa ya?? :D

Thursday, May 5, 2011

Masih Seputar Rowo Jombor


Foto diatas diambil oleh taman saya Mas BagusArt waktu hunting bareng di Jombor, dia memotret saya yang lagi asik membidik Rowo Jombor. Waktu itu, Kami Berangkat jam 4 pagi, dimana jam-jam tersebut adalah saat paling nikmat untuk ngorok :), Namun, dengan senang hati kami beranjak menuju TKP tanpa mandi dan gosok gigi :D

Selamat pagi Rowo Jombor





Rowo jombor terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Jarak ± 8 km kearah tenggara dari kota Klaten
Luas Kawasan 198 ha
Panjang Tanggul 7,5 km
Lebar Tanggul 12 m
Kedalam 4,5 m
Daya Tampung Air 4.000.000 m3

Ini adalah salah satu aktivitas warga setempat menyambut pagi di Rowo Jombor. Menjelang matahari terbit mereka beranjak ke tengah rowo (danau) untuk memeriksa karamba mereka.

Logo KLATEN



Nah, ini dia Logo Klaten.
Sayangnya saya belum tahu makna tiap2 unsur Logo tersebut.
Bila Anda tahu makna dari Logo tersebut, saya mohon informasinya.
Terimakasih.

Asal mula nama KLATEN

Kabupaten Klaten (Bahasa Jawa: Klathèn), adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di utara, Kabupaten Sukoharjo di timur, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan dan barat. Kompleks Candi Prambanan, salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, berada di Kabupaten Klaten.

Ada dua versi yang menyebut tentang asal muasal nama Klaten. Versi pertama mengatakan bahwa Klaten berasal dari kata kelati atau buah bibir. Kata kelati ini kemudian mengalami disimilasi menjadi Klaten. Klaten sejak dulu merupakan daerah yang terkenal karena kesuburannya.