/body
Showing posts with label tourism places. Show all posts
Showing posts with label tourism places. Show all posts

Thursday, August 9, 2018

Wajah Lama Terminal Bus Kota Klaten

Ditengah suhu politik yang kian memanas jelang PILPRES 2019, Seputar Klaten mengajak Anda untuk kembali berjalan-jalan diantara wajah lama terminal bus Kota Klaten (biar sedikit adem hehehe).
Foto-foto ini diambil pada tanggal 31 Januari tahun 2006, sekitar 12 tahun yang lalu. ^_^ lawas tenan
Bagi anak-anak Jaman Now pasti sudah tidak dapat menemui Terminal ini lagi, karena disini sudah dibangun Masjid Agung Klaten dengan nama Masjid Al ‘aqsa. Saat ini terminal bus Klaten pindah di daerah Srago atau sekitar 200 m sebelah timur stasiun Klaten.


Wajah Terminal Bus Klaten dari depan, Inilah papan namanya yang masih sangat sederhana, hanya tertulis TERMINAL BUS KLATEN. Namun, waktu itu tulisan ini sudah sangat terbaca jika kita naik bus dari arah Jogja menuju Solo.

Monday, August 29, 2016

"Lebaran Ikan" tradisi masyarakat Desa Gemblegan, Klaten

Minggu 28 Agustus 2016, sekitar pukul 08.45 Kolam ikan yang berada di depan Kantor Desa Gemblegan itu sudah dipadati oleh warga, bukan hanya dari Desa Gemblegan saja, tidak sedikit yang datang dari luar Kec. Kalikotes, bahkan ada yang dari Jogja, Solo dan sekitarnya. Pada hari itu untuk ketiga kalinya masyarakat Desa Gemblegan menggelar pesta rakyat "Lebaran Ikan". Ini merupakan puncak kegiatan Gemblegan Berkreasi.

Kegiatan ini tidak tertutup untuk warga Gemblegan saja, namun terbuka untuk siapa saja yang berminat mencari ikan secara bersama-sama, disediakan lebih dari 1 ton ikan jenis lele dan bawal, bagi yang beruntung mendapatkan ikan yang ada pita emas, pita merah putih dan jenis pita yang lain akan mendapatkan hadiah berupa sepeda, lemari es, dispenser dll, total hadiahnya mencapai 10 juta.

Saturday, April 9, 2016

Detik-detik matahari terbit di atas Gunung Lawu

Tentu sedulur Seputar Klaten pernah akrab dengan istilah-istilah jowo untuk nama-nama bulan, seperti Januari = hujan sehari-hari ^_^ ini berlangsung sampai Februari, memasuki bulan Maret = Mak Reeet hujannya deras tapi cuman sebentar, nah sekarang April = hujAnnya pril.. priillll..prill :D :D maksudnya hujannya cuman (mak pril prill ) rintik rintik hehehe
Tapi entah kenapa istilah2 ini sekarang udah kurang sesuai lagi, entah karena Global Warming, entah karena bumi makin menua, atau karena saya yang makin menua wwkwkwwk

Jelang musim kemarau, pada bulan-bulan ini matahari akan bergeser sedikit ke arah utara bukan uttaran lhoo!!! (ngalor)  >_< huft  sehingga matahari akan nampak muncul tepat di atas Gunung Lawu jika dilihat dari Klaten, tapatnya dari belakang rumah kami ^_^ hehehe
kebetulan cuaca pagi ini cerah


Friday, January 9, 2015

Masjid Agung Klaten


Pembangunan Masjid Agung Klaten diatas bekas Terminal Klaten Jonggrangan sudah hampir rampung. Masjid dengan kubah diameter 19 meter dan tinggi 11 meter dilengkapi dengan empat menara setinggi 43 meter dari permukaan tanah akan menjadi masjid megah kebanggaan Klaten.

Saturday, January 21, 2012

Curug Bayat atau Curug Indah Tegalrejo?

Minggu 15 Januari, sejuknya udara pagi membangunkan hasratku untuk menikmati keindahan Seputar Klaten, Curug Bayat menjadi target dadakan hari ini, konon menurut temen2, air terjunnya keren kalo pas musim penghujan, yap kebetulan akhir2 ini curah hujan di seputar klaten cukup tinggi. Saya sendiri belom pernah kesana :D ini akan menjadi pengalaman pertama sepanjang perjalanan hidup saya .. halah !!!

Gerbang masuk lokasi wisata Curug Bayat
Berharap ketemu view yang cantik, segera bergegas menuju TKP mumpung langitnya masih biru. Selesai menikmati sarapan seadanya langsung tancap gas :D ketika melewati Jimbung jadi inget kalo ada temen yg rumahnya di seputar Jimbung, eh... daripada hunting sendirian aku coba telp temenku Mas Tri Subahagia :D berhasil, dan nggak sulit menemukan rumahnya, lumayan bisa bersilaturohmi. Weew, sepertinya Mas Tri di rumah lagi sibuk :(
Namun, berkat kelapangan hati Mas Tri, akhirnya dia mau nemenin hunting pemandangan indah Curug Bayat, aseeeekkk....!! Lets gooo.......!!!!!!


Saturday, December 31, 2011

Warung Apung Rowo Jombor Klaten

Musim libur akhir tahun 2011 hampir usai, menandai tahun baru akan segera dimulai. Selamat datang 2012, segala harapan telah tertata rapi dalam satu rangkaian resolusi menggenggam mimpi. Terus berprestasi dan menjadi yang terbaik!!!
  
HAPPY NEW YEAR 2012 SEDULUR  KLATEN ...!!!

Liburan akhir tahun 2011 kami habiskan di Warung Apung Rawa Jombor,  kebetulan ada beberapa saudara dari Semarang dan Solo yang main ke Klaten, tentu tempat ini menjadi favorit kami untuk menjamu tamu-tamu yang datang dari luar kota, karena sepulang dari sini pasti mereka akan merasa puas menikmati kesejukan udara segar dengan pemandangan indah serta kulinernya yang maaak nyuuusssss…. :D

Warung apung, (Warung=Rumah Makan, Apung=Terapung) bisa diartikan rumah makan yang terapung, yap warung-warung tersebut terapung disepanjang bibir Rawa Jombor. Anda bisa memilih berbagai lokasi sesuai selera Anda, karena disana juga tersedia berbagai macam fasilitas tambahan, seperti karaoke, hiburan dangdut, arena bermain dan masih banyak lagi. 


Sebelum menuju warung apung Anda wajib naik perahu yang di tarik dari seberang warung apung, ini adalah salah satu ciri khas ketika menuju warung apung, perahu sederhana terbuat dari bambu yang ditopang diatas drum2 dan hanya ditarik dengan tali (tampar  :D) namun cukup menghibur bagi yang sedikit takut dengan air. hehehehe



Wednesday, December 28, 2011

Pemandian Srikandi, Ketandan, Klaten


Satu lagi, wahana wisata air hadir di Klaten, tepatnya di daerah Ketandan Klaten, Perempatan RSI Klaten ke arah selatan, dahulu tempat ini merupakan bangunan sekolah dasar, namun karena sudah tidak dipakai lagi akhirnya digunakan sebagai industri kayu (kalo gak salah hehehe), setalah industri tersebut tidak lagi beroperasi, lahan ini oleh empat investor dari Klaten disulap menjadi wahana wisata pemandian, kemudian mereka memberi nama Pemandian Srikandi.


Inilah wajah cantik Pemandian Srikandi Ketandan Klaten, kolam utama sengaja dibuat lingkaran, akan memudahkan orangtua yang mengawasi anak-anaknya ketika lagi asik bermain air. 
Papan seluncur didesain menjadi sebuah pesawat helikopter, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk menaikinya dan meluncur dari pesawat helikopter tersebut.


Di Belakang gedung, di bawah pohon besar itulah sumber mata air untuk memenuhi kolam renang Pemandian Srikandi ini berasal, Sendang Tanjung, begitu warga sekitar ketandan ini menyebut sumber mata air tersebut.


Tuesday, November 29, 2011

Masjid Alit Ki Ageng Gribig Jatinom Klaten

Ki Ageng Gribig, nama yang tidak asing bagi masyarakat Seputar Klaten, bahkan ketika mendengar nama tersebut ingatan kita akan langsung tertuju pada istilah Yaqowiyu. yaitu acara sebaran apem, nama apem merupakan saduran dari bahasa Arab "Affan", yang bermakna Ampunan. Tujuannya, agar masyarakat selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta.
Adat kebudayaan ini dikenalkan oleh Ki Ageng Gribig yg nama aslinya Wasibagno Timur atau Syekh Wasihatno, merupakan keturunan Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Beliau seorang ulama besar yang memperjuangkan Islam di pulau Jawa, tepatnya di Desa Krajan, Jatinom, Klaten.
Ki Ageng Gribig memiliki jasa besar pada Kerajaan Mataram. Hingga Sultan Agung bermaksud untuk mengangkat Ki Ageng Gribig sebagai Bupati Nayaka. Namun, Ki Ageng Gribig tidak bersedia dan lebih memilih menjadi ulama dari pada jadi pejabat. wooow luar biasa :)
Sebutan Ki Ageng Gribig melekat pada diri beliau konon dikarenakan kesukaan Ki Ageng Gribig tinggal di rumah beratap gribig (anyaman daun nyiur).

 
Mesjid Alit, adalah mesjid pertama yang dibangun di Jatinom, adalah buah tangan Ki Ageng Gribig. Kemudian atas perintah Sultan Agung, Ki Ageng Gribig mendirikan mesjid baru yang jauh lebih besar. Mesjid yang berjarak hanya 100 meter dari Masjid Alit ini diberi nama Mesjid Besar Jatinom.

Tuesday, October 18, 2011

Menyentuh Langit Deles Klaten. #Part 1

 
Seumur hidupku, baru kali ini aku menginjakkan kaki di Deles, kaki Gunung Merapi.
hmmm.... ternyata cantik sekali, bahkan lebih cantik dari yang aku bayangkan,  Sayang sekali hanya sedikit gambar yg dapat aku tangkap, aku terlambat, sudah terlalu gelap 5:45, awan terlalu kental menggiring bulir air, bahkan sampai kuyup seperti mandi hujan ketika tubuhku menembusnya, segar sekali, dinginnya selimuti kulitku, ya, aku menyentuh langit, aku merabanya, meski tak nyata tapi ada. aku menikmati sentuhan langit,


Menggigil menahan beku, tapi aku masih ingin berlama-lama disini, tubuhku semakin bergetar melawan kuasa alam. 
------------------------------
6:25, mata kameraku tak mungkin lagi mampu menangkap gambar. Aku pulang, dengan satu harapan kembali lagi di sini. Merangkai lebih lengkap lagi keindahan-Mu, menembus awan-Mu, menyentuh langit-Mu.
Allahu Akbar, sungguh agung karya cipta-Mu.


Tuesday, August 2, 2011

Gebyar Padusan 2011 di Obyek wisata Mata Air Cokro (OMAC) ...Dewasa, Anak-anak, Tua, Muda, Laki ataupun Perempuan berbaur menjadi satu mandi bareng

Sengaja saya datang kemari sore hari (31/07), maksudnya sich untuk menghindari macet, namun yang terjadi hampir tidak ada bedanya datang ke Obyek wisata Mata Air Cokro (OMAC) Pagi, Siang, atau Sore, pasalnya hari ini adalah hari dimana warga seputar klaten melaksanakan "Gebyar Padusan" dengan Acara: Kirab Budaya, Siraman "Mas dan Mbak Klaten" dengan Hiburan O.M. Ken Dedes dan Reog Ponorogo... Waaaaaaaaaww  MANTAF!!! Namun ketika Saya tiba disini semua acara sudah usai, tinggal acara mandi bareng :) hehehehe Ga masalah, karena tujuan sy kesini bukan mo Nonton dangdut :D

Mungkin kalo jalur masuk ini dibuat satu jalur khusus untuk masuk saja barangkali bisa mengurangi macet yaa?? :) tapi ga papa lah.. Emang asiknya kalo macet gini, jadi bener-bener terasa klo hari ini padusan :D

Wajah Baru Umbul Ponggok

Ponggok adalah desa di kecamatan Polanharjo KlatenJawa TengahIndonesia. Di desa tersebua ada sebuah umbul yang kemudian oleh warga sekitar dikenal dengan sebutan Umbul Ponggok.

Entah kapan terakhirkali saya melintasi daerah ini, Namun, kali ini saya benar2 dibuat kaget dengan wajah baru Umbul Ponggok, waktu itu kami dalam perjalanan menuju Cokro dalam rangka "Padusan". :)
Suasana jalan saat itu cukup padat, namun ketertarikan saya mampu membuat saya berhenti sekadar mengambil tampilan wajah baru yg kereeen tersebut :D

Saturday, June 25, 2011

Legenda Watuprau (Batu Perahu) di Gunung Gajah, Bayat, Klaten

Watuprau (Batu Perahu) dinamakan seperti ini karena batu tersebut mempunyai bentuk mirip perahu terbalik (mirip Tangkuban perahu namun dalam skala lebih kecil). Lokasi Obyek wisata yang mempunyai jarak dari kota Klaten ± 15 km, terletak di Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, obyek ini merupakan potensi spesifik suasana alam pegunungan dan pemandangan alam yang indah dan alami.

Watuprau mempunyai legenda yang mirip dengan cerita di Prambanan (Roro Jonggrang).
Konon, pada zaman dahulu Roro Denok hendak dipersunting oleh Joko Tua, namun Rara Denok tidak menginginkan pernikahan itu terjadi, Roro Denok akan menyetujui pinangan tersebut namun dengan syarat Joko Tua harus membuatkan perahu dan mengisinya dengan bermacam-macam perhiasan dan ternak dalam waktu semalam.
Joko tua yang sakti mandraguna tidak menolak persyaratan tersebut, dengan bantuan jin permintaan Roro Denok dapat selesai sesuai kurun waktu yang ditentukan. Namun dengan kecerdikan Roro Denok, syarat itu tidak dapat dipenuhi yang membuat Joko Tua murka. Perahu yang hampir selesai di tendangnya, sehingga menelungkup dan di sertai sumpahnya bahwa keturunan yang berasal dari daerah Roro Denok akan menjadi perawan tua.

Saya masih ingat waktu kecil dahulu pernah main kesini, dan  Watuprau masih sama seperti waktu itu, hanya saja sekarang saya menemukan lubang sedalam kira2 10cm di batu tersebut.  hmm sayang sekali, mungkin demi kepentingan panalitian yaaa :(

Thursday, May 26, 2011

Pasar Malam di GOR Gelarsena Klaten

Pasar Malam, sesuai namanya Pasar Malam adalah tempat berkumpulnya beberapa orang untuk bertransaksi dimalam hari.. ???? (Positive thinking please....wkwkwkwk :D ... )

"Pasar malam (Hanzi: 夜市, pinyin: ye shi) sudah ada di zaman Dinasti Sui di Tiongkok kuno. Di zaman tersebut, penyelenggaraan pasar diatur secara ketat oleh kekaisaran. Pasar malam pertama tercatat di Chang'an, yang merupakan kota terbesar di zaman tersebut. Dari Chang'an, pasar malam kemudian meluas ke beberapa kota besar lainnya seperti Kaifeng, Luoyang dan Yangzhou. ... hmmm :( .....$#^$%
Kalo pingin tau lebih jauh asal-usul Pasar Malam lebih baik Klik Sumber disini Karena kami tidak membahas hal2 yg rumit disini hehehehe :D

Bagi kami  yang tinggal di kota kecil seperti Klaten ini kehadiran Pasar Malam sangat ditunggu-tunggu dan sudah pasti bakal banyak dibanjiri oleh masyarakat sekitar, dari yang sekedar jalan-jalan sama keluarga, pacar, sahabat, atau yang sedang cari gebetan :D, mencoba wahana2 baru (biasanya juga cuma itu-itu aj xixixi), belanja barang-barang murah meriah, dan lain-lain.

Nah, ini dia wahana baru KORA KORA COLUMBUS (berbentuk seperti sebuah Kapal Layar kuno yang berayun2 cepat sekaleee) selain yang selalu wajib ada seperti Bianglala, Komedi Putar, Sepur kelinci, Bom-Bom Pes. Jika Anda ingin mencoba wahana ini, Anda akan bertemu dengan Mas Benggul sang operator bukan sang Bajak Laut Somalia xixixi

Thursday, May 19, 2011

Ngintip Orang Mandi di Sendang mBalong

MANDI DI SUNGAI...... Masihkah terbayang di zaman sekarang ini, disaat bumi telah terlalu parah tercemar oleh keangkuhan industri modern?? Sepertinya itu tinggal mimpi, atau tinggal dongeng sebelum tidur buat anak cucu kita nanti??.

Namun, disini saya tidak sedang bermimpi, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, di Sendang mBalong masih diseputar Gemblegan, Kalikotes, Klaten saya menemukan keceriaan anak-anak mandi di sungai. Disini akan kami ajak Anda untuk Ngintip Orang Mandi di Sendang mBalong. :)

Kesejukan udara dan cerahnya cuaca diminggu pagi itu membuat saya tertarik untuk sekedar berjalan-jalan di Seputar Klaten. Namun, belum jauh berjalan, ditikungan desa Gejakan masih di wilayah Gemblegan saya mendengar riuh keceriaan anak-anak yang sedang menikmati beningnya air Sendang mBalong.

Wednesday, May 18, 2011

Desa Jogodipan = KEEPBED VILLAGE

Desa Jogodipan (KEEPBED) terletak di Desa Gemblegan, Kalikotes Klaten, Desa ini persis berbatasan dengan perumahan tempat saya tinggal.

Nah.. Inilah gerbang menuju desa KEEPBED wkwkwkwk.....

Thursday, May 5, 2011

Masih Seputar Rowo Jombor


Foto diatas diambil oleh taman saya Mas BagusArt waktu hunting bareng di Jombor, dia memotret saya yang lagi asik membidik Rowo Jombor. Waktu itu, Kami Berangkat jam 4 pagi, dimana jam-jam tersebut adalah saat paling nikmat untuk ngorok :), Namun, dengan senang hati kami beranjak menuju TKP tanpa mandi dan gosok gigi :D

Selamat pagi Rowo Jombor





Rowo jombor terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Jarak ± 8 km kearah tenggara dari kota Klaten
Luas Kawasan 198 ha
Panjang Tanggul 7,5 km
Lebar Tanggul 12 m
Kedalam 4,5 m
Daya Tampung Air 4.000.000 m3

Ini adalah salah satu aktivitas warga setempat menyambut pagi di Rowo Jombor. Menjelang matahari terbit mereka beranjak ke tengah rowo (danau) untuk memeriksa karamba mereka.