/body
Showing posts with label Jatinom. Show all posts
Showing posts with label Jatinom. Show all posts

Tuesday, November 8, 2016

Yaa qawiyyu Ceremony (Upacara Yaa qawiyyu /Saparan/Sebaran Apem/)

Perayaan tradisional Yaa Qawiyyu/Saparan/Sebaran Apem sudah dilakukan sejak tahun 1589 pada tanggal 15 bulan safar. Penamaaan Yaa qawiyyu diambil dari doa Kyai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Yaa qowiyyu Yaa Assis qowina wal muslimin, Yaa qowiyyu warsuqna wal muslimin, yang artinya : Ya Tuhan berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin, kegiatan ini juga sering disebut "Saparan" karena diselenggarakan setiap tahun sekali pada hari Jumat pertengahan bulan atau hari Jumat pada Minggu kedua dalam bulan "Safar" (Bulan Safar yaitu bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam /Hijriyah yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi) yang memiliki arti nol, juga sering disebut kegiatan sebaran apem karena memang acara intinya adalah nyebar apem (kata apem berasal dari kata afwam yang memiliki makna Mohon ampunan) dari atas menara untuk diperebutkan pengunjung atau masyarakat yg mo ngalap berkah.
Tahun 2016 ini perayaan Yaa Qawiyyu jatuh pada hari Jumat tanggal 18 November 2016,
berikut  Agenda Kegiatan Yaa Qowiyyu 2016:


Rangkaian kegiatan perayaan yaa qawiyyu yang dapat kita ikuti antara lain:

Sebelum acara sebaran apem dimulai, Gunungan apem lanang yang dikenal dengan nama Ki Kiyat, dan gunungan apem wadon, dikenal dengan nama Nyi Kiyat ditempatkan di Masjid Ageng.

Saturday, February 15, 2014

Pasar Jatinom Klaten

Tiap pasaran Legi yang jatuh pada hari Minggu, bayangan untuk "nyantai di LEGIan" selalu menggoda untuk menuju kesana, yap adalah Minggu Legi merupakan hari pasaran di Pasar Jatinom, pada hari itu seluruh hasil bumi, ternak, penjual pakaian, bahkan sampai barang2 klitikan menuju ke Pasar Jatinom. Lokasi untuk berdagangpun melebar tidak hanya di Pasar Jatinom saja, untuk barang-barang Klithikan, pakaian, elektronik, dll berada di Lapangan Bonyokan timur Pasar Jatinom nih, untuk hasil bumi seperti sayur mayur dll di Pasar Gabus, sebelah baratnya Pasar Jatinom. Untuk kebutuhan sehari2 bisa dipenuhi didalam Pasar Jatinom sebelah selatan, atau sering diistilahkan pasar wedok, hehe. untuk hasil ternak, seperti ayam, kambing dan sapi, berlokasi di dalam Pasar Hewan Jatinom sebelah utara.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4424430769180&set=a.4423165937560.2151385.1241331175&type=3&permPage=1

Ada kabar bahwa Pasar Sapi Jatinom ini akan dipindahkan, yuk kesana sebelum pasar ini direlokasi yuk ^_^

Friday, December 6, 2013

Yaa qawiyyu Ceremony (Upacara Yaa qawiyyu /Saparan/Sebaran Apem/)

Perayaan tradisional Yaa Qawiyyu/Saparan/Sebaran Apem sudah dilakukan sejak tahun 1589 pada tanggal 15 bulan safar. Penamaaan Yaa qawiyyu  diambil dari doa Kyai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Yaa qowiyyu Yaa Assis qowina wal muslimin, Yaa qowiyyu warsuqna wal muslimin, yang artinya : Ya Tuhan berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin, kegiatan ini juga sering disebut "Saparan" karena diselenggarakan setiap tahun sekali pada hari Jumat pertengahan bulan atau hari Jumat pada Minggu kedua dalam bulan "Safar" (Bulan Safar yaitu bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam /Hijriyah yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi) yang memiliki arti nol, juga sering disebut kegiatan sebaran apem karena memang acara intinya adalah nyebar apem (kata apem berasal dari kata afwam yang memiliki makna Mohon ampunan) dari atas menara untuk diperebutkan pengunjung atau masyarakat yg mo ngalap berkah.

Tahun 2016 ini perayaan Yaa Qawiyyu jatuh pada hari Jumat tanggal 18 November 2016,
berikut  Agenda Kegiatan Yaa Qowiyyu 2016:


Rangkaian kegiatan perayaan yaa qawiyyu yang dapat kita ikuti antara lain:

Sebelum acara sebaran apem dimulai, Gunungan apem lanang yang dikenal dengan nama Ki Kiyat, dan gunungan apem wadon, dikenal dengan nama Nyi Kiyat ditempatkan di Masjid Ageng.

Tuesday, November 29, 2011

Masjid Alit Ki Ageng Gribig Jatinom Klaten

Ki Ageng Gribig, nama yang tidak asing bagi masyarakat Seputar Klaten, bahkan ketika mendengar nama tersebut ingatan kita akan langsung tertuju pada istilah Yaqowiyu. yaitu acara sebaran apem, nama apem merupakan saduran dari bahasa Arab "Affan", yang bermakna Ampunan. Tujuannya, agar masyarakat selalu memohon ampunan kepada Sang Pencipta.
Adat kebudayaan ini dikenalkan oleh Ki Ageng Gribig yg nama aslinya Wasibagno Timur atau Syekh Wasihatno, merupakan keturunan Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Beliau seorang ulama besar yang memperjuangkan Islam di pulau Jawa, tepatnya di Desa Krajan, Jatinom, Klaten.
Ki Ageng Gribig memiliki jasa besar pada Kerajaan Mataram. Hingga Sultan Agung bermaksud untuk mengangkat Ki Ageng Gribig sebagai Bupati Nayaka. Namun, Ki Ageng Gribig tidak bersedia dan lebih memilih menjadi ulama dari pada jadi pejabat. wooow luar biasa :)
Sebutan Ki Ageng Gribig melekat pada diri beliau konon dikarenakan kesukaan Ki Ageng Gribig tinggal di rumah beratap gribig (anyaman daun nyiur).

 
Mesjid Alit, adalah mesjid pertama yang dibangun di Jatinom, adalah buah tangan Ki Ageng Gribig. Kemudian atas perintah Sultan Agung, Ki Ageng Gribig mendirikan mesjid baru yang jauh lebih besar. Mesjid yang berjarak hanya 100 meter dari Masjid Alit ini diberi nama Mesjid Besar Jatinom.